Senin, 28 Mei 2012

Penerapan Hukum Archimedes Dalam Kehidupan Sehari-hari

1.       Hidrometer
               Alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis cairan. Nilai massacairan dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang dicelupkan pada zat cair.

2.       Kapal Laut
               Badan kapal yang terbuat dari besi dibuat berongga. Ini menyebabkan volume air laut dipindahkan. Gaya apung sebanding dengan volume air yang dipindahkan, sehingga gaya apung menjadi sangat besar. Gaya apung ini mampu mengatasi berat total kapal sehingga kapal laut mengapung di permukaan laut.

3.       Kapal Selam
               Badan kapal selam diberi rongga udara yang berfungsi sebagai tempat masuk dan keluarnya air atau udara. Rongga udara terletak di lambing kapal. Rongga tersebut dilengkapi dengan katup bagian atas dan bawahnya. Katika rongga berisi udara, volume air yang dipindahkan sama dengan berat kapal, kapal selam mengapung. Ketika rongga katup atas dan bawah pada rongga kapal dibuka, udara dalam rongga keluar dan masuk air mengisi rongga tersebut. Akibatnya, kapal selam mulai tenggelam, katup akan ditutup jika kapal selam telah mencapai kedalaman yang diinginkan. Dalam keadaan tersebut, kapal selam dalam keadaan melayang. Jika katup udara pada rongga dibuka kembali, volume air dalam rongga akan bertambah sehingga kapal selam tenggelam.

4.       Jembatan Ponton
               Jembatan ponton  dibuat dari drum-drum berongga yang dijajarkan melintang aliran sungai. Volume air yang dipindahkan menghasilkan gaya apung yang mampu menahan berat drum dan benda-benda yang melintas di atasnya. Setiap drum penyusun harus ditutup agar tidak dapat masuk kedalamnya.

5.       Balon Udara
               Balon udara juga menggunakan prinsip Archimedes di udara. Balon udara harus diisi dengan gaas yang bermassa jenis lebih kecil dari massa jenis udara atmosfer. Sehingga balon udara dapat terbang karena mendapat gaya keatas, misalnya diisi udara yang dipanaskan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Laman